Jumat, 19 April 2013

[Cerita] Geliat Batik Lendah Kulon Progo, dari Buruh menjadi Para Boss…

Cerita has posted a new item, 'Geliat Batik Lendah Kulon Progo, dari Buruh
menjadi Para Boss…'




Geliat Batik Lendah Kulon Progo, dari Buruh menjadi Para Boss
Oleh : Sapardiyono.



dok pribadi. Batik Sembung, salah satu pengusaha batik yang sukses.

Batik Lendah Kulon Progo, tidak pernah terdengar sebelumnya, nyaris tidak
terdengar meminjam istilah iklan salah satu produk mobil.. atau dengan kata lain
tidak punya eksistensi. Kalau kita menyebut batik maka yang terpikir oleh kita
adalah sentra-sentra industri besar seperti Solo, Pekalongan, Yogyakarta dll.
Benar bahwa Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo adalah bagian dari Wilayah
D.I.Yogyakarta, namun tentu Batik Lendah Kulon Progo berkembang mencari
eksistensi sendiri, menuju jati diri yang khas, namun tidak meninggalkan
sejarahnya sebagai salah satu bagian dari sentra batik di Yogyakarta.



dok pribadi. Aneka produk batik yang sudah siap jual, di sentra Batik Sembung

Lendah, adalah salah satu nama Kecamatan di Kulon Progo di sebelah timur,
keberadaannya menelusuri sisi Sungai Progo yang menjadi batas alam antara
Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Wilayah Lendah relatif
bergunung-gunung dan merupakan alah satu rangkaian pegunungan Kapur Selatan yang
membentang lumayan panjang dari Pacitan Jawa Timur, Wonogiri, Gunung Kidul,
sampai dengan Kebumen di Jawa Tengah. Akses ke Lendah dari Kota Yogya cukup
baik. Jalan semua beraspal dan lumayan lebar, namun sulit dijangkau jika
menggunakan angkutan umum. Jadi jika kita ingin mengunjungi Lendah untuk
menyaksikan geliat sentra batik disana disarankan menggunakan kendaraan sendiri,
baik mobil ataupun motor. Perjalanan dari Kota Yogya dapat kita tempuh dengan
waktu sekitar 1 jam perjalanan.



Dok Pribadi. Aneka Batik Tulis dan semi tulis.

Mungkin karena tanah yang kurang mendukung untuk kegiatan pertanian inilah yang
mendorong para penduduknya banyak melakukan kegiatan diluar, pergi ke kota-kota
besar untuk mencari pekerjaan atau menjadi buruh di berbagai industri di Kota
Yogyakarta. Salah satu industri yang menjadi favorit untuk bekerja di Yogyakarta
adalah menjadi buruh di sentra-sentra batik. Kegiatan menjadi buruh di sentra
batik ini sudah dilakukan bertahun-tahun, bahkan seolah sudah turun-temurun.



dok.pribadi. ibu-ibu sedang membatik kain.

Sejarah mulai berubah, para buruh batik itu bertekad mengubah nasib dan masa
depannya. Industri Jamu jago yang amat hebat itu tidak pernah menduga ada
kompetitor kecil yang menjelma menjadi raksasa Jamu Air Mancur, raksasa Jamu Air
Mancur-pun tdk pernah menduga akan munculnya Sido Muncul yang dibangun dari
bawah. Para buruh batik itupun bertekad akan mengubah dirinya menjadi para
boss.
Menurut keterangan Suyono Sugondo, aktifis masyarakat yang mendampingi lahirnya
asosiasi pengajin batik Lendah, titik balik kesadaran itu terjadi pada tahun
2008. Para buruh yang sudah sarat pengalaman itu ditarik pulang kampung dan
dipaksa merdeka dan hidup diatas kaki sendiri untuk berproduksi menuju
kemandirian. Sekalipun masih sunyi tapi geliat batik Lendah mulai terdengar,
bahkan sebagian orang masih tidak percaya jika di kecamatan yang tandus itu,
yang tidak pernah terdengar sebelumnya mulai tumbuh sentra batik.
Puncaknya adalah pada tahun 2010, ketika Pemda Kulon Progo dalam upaya
menumbuhkan iklim bisnis dan mengangkat produk lokal mewajibkan para PNS di
semua instansi dan para murid sekolah dari TK sampai SMA menggunakan batik
produk Lendah, Kulon Progo sebagai salah satu seragamnya di hari tertentu.
BOOM..!!!, para mantan buruh itu mendapatkan posisinya menjadi para boss.
Usahanya berkembang sangat pesat. Pada awal perkembanngannya ada sekitar 14
orang yang merintis usaha batik ini, sekarang sudah ada 21 pengusaha yang
bergabung di asosiasi pengusaha batik, dan masih banyak juga yang tidak
bergabung dalam asosiasi tersebut. Saat ini rata-rata pengusaha tersebut mampu
mempekerjakan pegawai antara 100 sampai dengan 150 orang.
Orderpun selalu mengalir sampai jauh.ke berbagai tempat di Indonesia, berbagai
pemda di Sumatera dan Kalimantan seolah menjadi langganan.
Para buruh itu telah sukses mengubah dirinya menjadi para boss
Suksesselamat ya.


You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar