Jumat, 19 April 2013

[Cerita] Industri,Tungku dari Desa Pucung

Cerita has posted a new item, 'Industri,Tungku dari Desa Pucung'


Sejak era 1960-an masyarakat Desa Pucung Kecamatan KasremanKabupaten Ngawi Jawa
Timur, ini sebagian warganya sudah terbiasa menekuni usaha pembuatan tungkuatau
warga setempat menyebutnya pawon.

Pawon atau tungku, ialah alat perlengkapan dapur sebelum masyarakat kenal dengan
kompor minyak atau gas.

Namun, sebagian warga yang tinggal di Desa ternyata masih banyak yang
menggunakan tungku sebagai alat masak, fungsi tungku sendiri ternyata juga tidak
sebatas alat masak tetapi juga sebagai alat untuk menghangatkan ruang dapur
ketika musim hujan tiba. Bahkan, anak-anak suka menghangatkan badan atau kaki
dekat bibir tungku untuk mengurangi rasa dingin.

Dengan adanya program pemerintah pengalihan penggunaan bahan minyak (BBM) ke
gas, dan sebagian masyarakat Indonesia panik karena kelangkaan minyak tanah
namun, warga yang tinggal di Deda-desa nampak adem-ayem. Malah mereka yang
mendapat jatah pembagian kompor gas dari pemerintah kebanyakan mereka simpan
atau di jual ke orang yang lebih membutuhkan.

Selain mereka tidak terbiasa dengan kompor gas, mereka juga sangat sulit untuk
mendapatkan gas jika sewaktu-waktu habis, mereka musti ke Kecamatan jaraknya 1-2
km.

Keberadaan industri tungku di Desa Pucung tersebut membuktikan bahwa tungku
masih banyakpeminatnya terutama di pedesaan.

Bahan baku tungku merupakan batu cadas yang memiliki ciri kas tersendiri dari
batu cadas yang ada tekturnya keras tetapi mudahdi bentuk sehingga, tungku
tersebut nampak kokoh dan bertahan hingga 3-5 tahun.

Jika masih basah tungku berwarna kuning pekat, dan jika sudah kering warnanya
kuning keputihan biasanya mereka untuk mengurangi berat karena basah dilakukan
dengan proses pembakaran atau oventerlebih dahulu setelah itu baru dipasarkan.

Harga tungku untuk ukuran sedang 40 ribu rupiah per buah,sedangkan untuk ukuran
besar mereka menjualnya dengan kisaran harga 50-55 ribu rupih per buah.

Industri tungku di desa Pucung merupakan usaha turun-temurun yang dikembangkan
oleh masyarakat setempat setiap hari takurang dari 50-60 buah tungku keluar dari
desa ini untuk di pasarkan diberbagai wilayah, seperti

Kediri,Nganjuk,Bojonegoro,Ponorogo, Madiun, hingga ke Jawa Tengah.

Selain menggunakan mobil untuk menjual tungku-tungku tersebut warga setempat
jugaterbiasa untuk menjual secara eceran dengan menggunakan sepeda gunung, dan
rata-rata sekali

mereka dapat membawa tiga tungku.

Samin (50) warga Desa Gunungsari mengisahkansejak tahun 1991 ia menjual tungku
keliling alhamdulillah mas saya sejak jualan pertama selaluada saja yang beli,
dan ngak pernah tuh membawa pulang tungku

Harapan Samin dan warga setempat, agar industri tungku di desanya terus
berkembang karena sebagian warga menggantungkan harapan hidupnya di industri
tungku tersebut. (Sj)

You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar