Minggu, 27 Januari 2013

[Konser] RISET BANTEN

Konser has posted a new item, 'RISET BANTEN'


RISET TENTANG BANTEN AYANG RAIH SUMMA CUM LAUDE DI PARIS

London, 18/1 (ANTARA) - Mahasiswa asal Indonesia, Ayang Utriza Yakin (34),
berhasil meraih nilai gemilang "rs honorable avec flicitations du jury" (Summa
Cum Laude), sebuah raihan tertinggi pada studi doktor di Prancis.

"Do'a, kerja keras dan perjuangan saya bersama keluarga selama ini membuahkan
hasil," demikian Ayang Utriza Yakin kepada ANTARA London, Kamis (17/1).

Ayang mengatakan dalam sidang yang berlangsung selama tiga jam ia
mempertahankan disertasi dalam bidang Sejarah dan Filologi di Ecole des Hautes
Etudes en Sciences Sociales (EHESS), Paris mendapat dukungan dari Dutabesar RI
di Paris Rezlan Ishar Jeni dan Atase Pendidikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan
Prof. Syafsir Akhlus.

Riset yang dilakukannya berjudul "Undhang-Undhang Bant'n : Etude historique et
philologique de la compilation des lois du Sultanat de Banten (à Java,
Indonsie) aux XVIIe et XVIIIe sicles".

Dibawah bimbingan ahli Banten Professor Claude Guillot dan ahli Filologi Jawa
Professor Edwin Wieringa, ia meraih nilai gemilang "Trs honorable avec
flicitations du jury" (Summa Cum Laude), sebuah raihan tertinggi pada studi
doktor di Prancis.

Menurut Ayang, disertasinya mengkaji mengenai Sejarah Hukum di Kesultanan
Banten abad ke-17 dan ke-18. "Saya melakukan kajian naskah atau studi filologi
atas naskah tunggal Undhang-Undhang Bant'n (disingkat UUB), suatu naskah kuno
yang terdapat di Universitas Leiden, Belanda," ungkapnya.

Setelah melakukan penelitian selama lima tahun atas dukungan beasiswa dari
Total E&P, perusahaan minyak dan gas Prancis, Ayang menemukan bahwa sumber hukum
di Banten berdasarkan UUB ini adalah hukum adat, hukum Islam, dan hukum "Eropa".

Menurut Ayang, yang mencengangkan dari kajian yang dilakukan adalah ternyata,
sumber utama di dalam undang-undang dan pengambilan keputusan hukum para hakim
agama (kadi) adalah Hukum Adat.

Hal tersebut bisa dilihat antara lain dari warisan kerajaan-kerajaan di Jawa
pra-Islam, terutama, Majapahit, dan bukan Hukum Islam.

Temuan ini amat penting bagi Indonesia, karena selama ini ada sebagian kecil
masyarakat yang meyakini bahwa oleh karena Banten adalah kerajaan Islam, maka
dengan sendirinya hukum Islam adalah sumber hukum. Hasil penelitian Ayang
membantah hal tersebut.

Peraih Prix Mahar Schtzenberger 2010 dari AFIDES (Association
Franco-Indonsienne pour le Dveloppement des Sciences) of Marne-La-Valle
University mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa meraih prestasi akademik
ini.

"Doa, kerja keras dan perjuangan saya bersama keluarga selama ini membuahkan
hasil," ungkap Ayang yang bulan depan mendapatkan kesempatan program
post-doctoral di Harvard Law School, USA yang berharap, hasil riset nya ini
memberikan kontribusi positif untuk tanah air.

Duta Besar RI untuk Prancis, Rezlan Ishar Jeni turut mengapresiasi prestasi
ini dan mengatakan bahwa disertasi Ayang ini harus diterjemahkan dan diterbitkan
di Indonesia agar masyarakat mengetaui temuan penting ini.

Usulan ini mendapat dukungan dari semua dewan penguji (Pierre Labrousse, Edwin
Wieringa, Franois Droche dan Luis Filipe Thomaz) yang menilai bahwa disertasi
tersebut layak terbit dengan perubahan kecil yang perlu dilakukan. ***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E001/E001) 18-01-2013 07:26:16



You may view the latest post at
http://konser.web.id/riset-banten/


Best regards,
http://konser.web.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar