Sabtu, 27 April 2013

[Cerita] Lembaran hidup Sang Bocah Bernama Tasripin “Ipin”

Cerita has posted a new item, 'Lembaran hidup Sang Bocah Bernama Tasripin
"Ipin"'




LEMBARAN HIDUP TASRIPIN IPIN


Sebuah kisah hidup yang mengharukan, memotivasi dan menginspirasi kita sebagai
manusia yang memiliki kemampuan.

Saat ini, banyak media massa yang mengekspos kisah anak bocah berumur 12 tahun
yang bernama, Tasripin. Tasripin adalah anak yang putus sekolah dan hidup tanpa
merasakan kenyaman kasur empuk, nasi yang putih dengan lauk pauk atau sayur di
setiap hari nya. Ipin, begitulah nama panggilan Tasripin di kampung nya yang
terpencil yang butuh waktu 30 menit dari kota untuk mencapai kampung tersebut
dengan kondisi jalanan setapak berbatu licin di pinggir jurang. Ia harus putus
sekolah dan harus menghidupkan ketiga adik nya tanpa ada orang tua di sisi nya.
Merupakan situasi dan kondisi yang mungkin orang dewasa pun belum tentu sanggup
menghadapinya, bahkan banyak yang frustasi dan tidak bertanggung jawab atas apa
yang harus mereka lakukan. Begitu pula dengan apa yang dilakukan oleh seorang
Ayah dari Ipin. Beliau pergi merantau tanpa mengabari Ipin yang ditinggal di
kampung bersama ketiga adiknya yang masih kecil-kecil.

Dengan hati yang tulus, Ipin merawat dan menjaga adik-adiknya selama 6 bulan
terakhir ini. Walaupun hanya nasi dan kerupuk yang bisa mereka makan, tapi
adik-adik Ipin pun tak banyak meminta yang lain. Peran yang seharusnya Ipin
hanyalah seorang anak yang wajib belajar, tetapi dengan kondisi seperti itu IPin
harus berperan sebagai kakak dari 3 orang adik, kepala keluarga, bahkan ibu
rumah tangga pun harus ia lakoni. Sehari-hari ia bangun pagi, pergi ke mushola
untuk menyerukan adzan subuh, lalu pulang kerumah yang tak layak pakai untuk
memandikan adik-adiknya dan menyiapkan sarapan bagi mereka. Semua itu dilakukan
nya tanpa ada rasa menyerah, walau terkadang ia merasakan capek yang tak
terhingga. Lain sekali dengan anak kota yang seumuran dengan Ipin, mereka pasti
tak merasakan keletihan dan kesabaran yang teramat sangat dirasakan Ipin. Bahkan
banyak anak kota yang masih bermalasan untuk pergi ke sekolah, padahal mereka
hanya tinggal bangun bersiap ke sekolah dan duduk di mobil nyaman untuk mencapai
sekolah. Di kampung Ipin, anak-anak sekolah harus berjalan sepanjang 10Km untuk
mencapai sekolah mereka. Sungguh,keadaan yang bisa dibilang menyedihkan dan bisa
pula di anggap sesuatu yang memalukan.menyedihkan, karena anak-anak yang sangat
bersemangat untuk mendapatkan ilmu harus berjalan begitu jauhnya hanya untuk
dapat duduk di kursi kelas. Memalukan, karena anak-anak kota yang sudah lebih
mudah untuk mendapatkan ilmu masih banyak yang tak punya semangat untuk
berangkat ke sekolah.

Tidak ada tempat mengadu bilapun Ipin merasakan keletihan yang ia rasakan setiap
harinya, Ayah yang pergi merantau dan tak tahu kapan pulang, serta Ibu yang
seharusnya mengurusi mereka semua sudah tiada. Untunglah, ada orang yang
memerhatikan keadaan Ipin beserta adik-adiknya itu. Seorang aktivis peduli desa
tertinggal, Pak Adib beserta anak-anak didiknya melaporkan kondisi Ipin tersebut
dan dengan begitu kisah seorang anak yang sangat inspiratif bagi negri tercinta
kita Indonesia muncul. Dan sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan Ipin dan
adik-adiknya.

Ipin menjadi pahlawan, karena dengan semangat berjuang hidup nya itu, kehidupan
ia dan adik-adiknya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan semua warga desa
terbantu dalam perbaikan jalan menuju kampung mereka. Dengan begitu pula
seharusnya pemerintah bisa lebih melek terhadap kondisi yang dialami anak bangsa
tersebut. Bahkan SBY pun sudah menanggapi masalah tersebut. Namun perlu diingat
bahwa masih banyak Ipin-ipin lain nya di luar sana yang pasti lebih
menginspirasi kita lagi.

Tasripin bercita-cita menjadi seorang Guru.

Tidak ada kata bermalasan bagi kita yang sudah memiliki kesempatan bersekolah di
tempat yang bisa menjadikan kita sebagai seseorang yang diimpikan dari seorang
Ipin.

Created by:

ASTRI MATHOVIANY

IPA SEMESTER 6

1004059

You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar