Sabtu, 27 April 2013

[Cerita] Herman Deru untuk Pertanian Indonesia

Cerita has posted a new item, 'Herman Deru untuk Pertanian Indonesia'




..ingat kata Bung Karno, pertanian atau pangan adalah soal hidup atau mati
sebuah bangsa. Artinya, sektor ini sangat menentukan keberlangsungan sebuah
bangsa..
Herman Deru mengutarakan hal tersebut setelah mendapat banyak masukan dari
organisasi petani, maupun petani langsung yang dia temui di pelosok-pelosok desa
di Sumsel. Saya sering mendatangi dan didatangi para petani yang mengeluhkan
banyak hal tentang kurang berpihaknya pemerintah kepada sektor pertanian.
Bagi saya pertanian sangatlah penting. Karena itu, OKU Timur dan Sumsel tetap
identitasnya adalah pertanian. OKU Timur dan Sumsel tetap harus menjadi lumbung
pangan nasional. Kita tidak akan merubah identitas itu, papar Deru dihadapan
ribuan penyuluh pertanian se Sumsel.
Deru mengingatkan betapa pentingnya sektor pertanian untuk pembangunan. Bahkan
hal tersebut telah disampaikan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto
ketika memimpin Indonesia. Bahkan, ketika berpidato pada acara peletakan batu
pertama pembangunan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (sekarang IPB), 27
April 1952, Bung Karno menegaskan bahwa pertanian atau pangan adalah soal hidup
atau mati sebuah bangsa. Artinya, sektor ini sangat menentukan keberlangsungan
sebuah bangsa.
Membangun pertanian harus serius dan menjadi prioritas. Apalagi mayoritas
masyarakat Sumsel sangat bergantung dengan sektor ini. Saya yakin bila petani
sejahtera, seluruh masyarakat juga akan sejahtera, papar Deru
Deru yang juga Ketua Umum Forum Daerah Penghasil Pangan Indonesia ini
mendambakan pada saatnya nanti Sumsel menjadi terdepan dalam bidang pertanian.
Syaratnya, pembangunan bidang pertanian harus menjadi prioritas. Spirit untuk
menjadikan Sumsel terdepan di bidang pertanian itu sebenarnya sudah dimulai oleh
para gubernur Sumsel terdahulu. Bahkan di era Gubernur Syahrial Oesman telah
dicanangkan program Sumsel Lumbung Pangan.
Program Sumsel lumbung pangan yang digagas Pak Syahrial Oesman sangatlah bagus
untuk diteruskan, karena memang resource base Sumsel adalah pertanian, ujar
Deru.
Menurut Deru, program Sumsel lumbung pangan kala itu telah menjadi spirit bagi
kabupaten dan kota se Sumsel untuk bergerak serentak memajukan sektor pertanian,
untuk mewujudkan Sumsel menjadi provinsi terdepan dalam bidang pertanian.
Silakan saja angkat potensi pertambangan. Namun jangan tinggalkan sektor
pertanian karena sebenarnya sebagian besar rakyat bergantung dengan sektor
pertanian. Sektor pertanian tidak boleh diabaikan, melainkan menjadi prioritas,
tegas bupati yang dikenal dengan julukan Bapaknya Petani Sumsel ini.
Komitmen Deru untuk mensejahterakan petani dan pertanian memang tak diragukan
lagi. Hal itu dibuktikan salah satunya dengan program Beli Beras Petani, dimana
setiap tahunnya Pemkab OKU Timur menganggarkan dana Rp 20 miliar untuk membeli
beras langsung dari petani. Melalui program tersebut petani di OKU Timur tidak
pernah lagi mengenal harga anjlok saat musim panen yang sering dialami di daerah
lain. Deru berjanji program beli beras petani ini akan diperluas bila nantinya
dia dipercaya memimpin Sumsel.
Bertolak dari keberhasilan program yang sama di Kabupaten OKU Timur, salahsatu
putra terbaik Sumsel ini mempunyai misi untuk mewujudkan program tersebut untuk
diterapkan di Sumsel. Dengan cara mendorong berkembangnya usaha-usaha agribisnis
dan pembangunan infrastruktur dibidang tanaman pangan dan hortikultura.
Di OKU Timur, optimalisasi sumber daya alam tersebut sangat berhasil.
Diantaranya dengan mengintensifikasi dan eksentifikasi komoditas unggulan dalam
upaya peningkatan produksi dan produktivitas. Pembukaan areal baru untuk
perluasan areal tanam, bantuan benih dan bibit unggul kepada masyarakat/petani.
Kemudian perbaikan sarana irigasi dan drainase, dalam rangka optimasi
pemanfaatan lahan sawah dan peningkatan intensitas pertanaman (IP). Pembangunan
lumbung desa di daerah sentra, maupun daerah rawan pangan untuk ketersediaan
pangan ketika harga meningkat. Dan pengembangan diversifikasi pangan, dalam
rangka mendukung peningkatan gizi masyarakat.
Sasaran indikasi produksi tanaman pangan yang telah dicapai menyasar komoditi
padi, padi ladang, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi
jalar. Sementara untuk tanaman Hortikulutra telah menyentuh komoditi,
diantaranya jeruk besar, jeruk manis, duku, durian, rambutan, mangga, salak,
alpukat dan pisang.
Deru juga sangat perhatian dengan lahan pertanian yang belakangan ini sering
dialihfungsikan. Menurutnya,aAlih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian,
merupakan ancaman bagi ketahanan pangan nasional mendatang. Bagaimana kalau
petani ada, namun lahan untuk digarap tidak tersedia. Pemerintah Kabupaten OKU
Timur telah mengendus lama tentang ancaman alih fungsi lahan pertanian tersebut.
Dengan cekatan Herman Deru membuat peraturan daerah yang pro rakyat.
Tertuang dalam Perda diluar tata ruang N0 07/2009 yang mengatur alih fungsi
sawah ke lahan pertanian dan konfersi. Dengan kata lain, ketika orang akan
menkonfersi lahan sawah irigasinya untuk dijadikan peruntukkan lain, maka harus
mengganti dengan tiga hektar lahan sawah yang sama. Pun dengan lahan sawah tadah
hujan, jika konfersi seluas satu hektar maka harus menggantinya seluas dua
hektar. Perda tersebut sangat membantu kesejahteraan rakyat dan mempertahankan
lahan yang ada untuk menjaga ketahanan pangan.
Alih fungsi ini sebenarnya ancaman, bukan hanya ancaman untuk daerah, provinsi,
tapi merupakan ancaman nasional. Kita di Kabupaten OKU Timur, sudah sejak dini
mengetahui akan ancaman ini. Maka kita mengambil langkah membuat peraturan
melalui perda diluar tata ruang N0 07/2009, kata Herman Deru.

Bukan hanya membuat Perda pro-rakyat, pihaknya pun memberikan apresiasi kepada
masyarakat agar bangga menjadi petani. Yaitu dengan cara memberikan beasiswa
bagi para pelajar yang ingin bersekolah/menempuh pendidikan di bidang pertanian.


You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar