Jumat, 31 Mei 2013

[Cerita] Da’i dan Da’iyah Lingkungan Siap Berjuang Selamatkan Mata Air Di Pamekasan

Cerita has posted a new item, 'Da'i dan Da'iyah Lingkungan Siap Berjuang
Selamatkan Mata Air Di Pamekasan'






Sember Mata Air Taman, Pakong, Pamekasan. dok. pribadi

Sumber Air Taman di desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan merupakan salah
satu pemasok air untuk daerah Pamekasan dan Sumenep, karena daerah ini memang
cukup dekat dengan wilayah guluk-guluk Sumenep. Tidak mengherankan jika ratusan
truk tangki datang untuk mengambil air di tempat ini, apalagi pada saat musim
kemarau nanti jumlahnya lebih banyak lagi.
Namun banyaknya air yang diambil tidak diimbangi dengan perawatan dan upaya
penyelamatan yang baik. Selain banyak sampah di sekitar sumber mata air,
pohon-pohon besar yang merupakan pemasok air sudah minim sekali jumlahnya.
Bahkan di kanan kiri jalan menuju sumber mata air sudah tidak lagi pohon yang
tumbuh.
Ya. Sumber mata air di dekat pasar yang menjadi titik bertemunya empat kecamatan
termasuk dari Sumenep memang tidak lazim tapi nyata. Pertumbuhan ekonomi yang
pesat di Pakong ini ternyata tidak disertai dengan kesadaran akan pentingnya
menjaga sumber mata air untuk anak cucu mereka ke depan.
Untuk itulah Dai dan Daiyah Lingkungan di bawah payung Perkumpulan Kapal Jatim
akan melakukan penyuluhan yang menggabungkan antara teologis-ekologis berdasar
nash al-Quran maupun Hadis kepada penduduk setempat akan pentingnya ngramut,
ngrumat, ngruwat sumber mata air serta bagaimana mengelola sampah menjadi
berkah.
Dalam kesempatan meninjau lokasi sumber mata air Taman, Penasehat Kapal Jatim,
Gus Luthfi Muhammad dan Ketua Dr. Suparto Wijoyo serta Sekjen Gus Syueb Abdullah
bersepakat untuk mengirim 15.000 pohon yang telah disiapkan tim pohon Kapal
Jatim untuk masyarakat setempat. Ada kemungkinan ditambah menjadi 25.000 pohon
jika memang dibutuhkan.
Ivoni, salah satu pengabdi lingkungan di Pamekasan menyambut baik upaya Kapal
Jatim yang mengepakkan sayap di daerahnya,
Saya cukup gembira, ternyata masih ada yang peduli dengan lingkungan di daerah
kami
Sedangkan Nyai Hajjah Salma, seorang pimpinan pesantren putri di Pamekasan
mengaku terharu dengan upaya Kapal Jatim ini,
Sekian tahun lamanya hidup di Pamekasan, saya baru menyadari akan pentingnya
menjaga sumber mata air dari Gus Luthfi sebagai penasehat Kapal Jatim. Apalagi
setelah satu-persatu melihat kritisnya sumber mata air di Pamekasan. Untuk itu
saya mensupport sekuat tenaga agar kegiatan dai dan daiyah lingkungan ini
berjalan dengan baik. ucapnya dengan meneteskan air mata kesedihan.
Kapal Jatim juga akan merekrut dai dan daiyah baru dari daerah tersebut serta
Pamekasan umumnya yang lebih mengerti akan corak budaya dan kebiasaan masyarakat
setempat. Sebelumnya mereka akan dibekali cara menanam pohon dan cara merawatnya
sehingga kegiatan menanam pohon bukan sekedar seremonial, tetapi menjadi
kegiatan perawatan yang berkelanjutan. Para aktivis bank sampah yang telah
berhasil juga akan didatangkan untuk memberikan pencerahan.
Kegiatan tanam pohon ini rencananya akan mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Juni
2013, kemudian pada tanggal 30 Juni 2013 mereka yang dinyatakan lulus akan
dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Timur sebagai dai dan daiyah lingkungan Jawa Timur
di lapangan desa Pakong, Pamekasan.
Semoga Allah memberikan jalan kemudahan.
Salam Cinta Indonesia




You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar