Sabtu, 11 Mei 2013

[Cerita] Jalanan Macet, Parkiran Ruwet

Cerita has posted a new item, 'Jalanan Macet, Parkiran Ruwet'



Yogyakarta merupakan kota tujuan bagi para wisata baik domestic maupun manca
Negara. Selain itu, Yogyakarta merupakan kota pendidikan. Jadi tidak heran kalau
jalanan di kota Yogyakarta semakin hari semakin macet. Yogyakarta dan Jakarta,
hampir mirip ya, namanya hampir mirip, keadaan jalanannya juga hampir mirip.
Macet. Apalagi di jam kerja dan jam pulang kerja. Wuih, macetnya bikin pegel.
Pengendara motor biasanya cenderung ugal-ugalan dan bahkan kalau macet, mereka
nekat nyelonong lewat trotoar. Tidak sedikit dari mereka yang melanggar lalu
lintas. Melihat lampu hijau, matanya langsung hijau yang ada mereka ngepot.
Bahkan ketika lampu sudah kuning, mereka semakin ngepot karena dari kejauhan
mereka sudah menggebu-nggebu ingin menerobos jalanan yang tadinya hijau.
Kalau melihat fenomena lalu lintas di Yogyakarta yang sedikitnya seperti paparan
diatas memang ruwet. Apalagi sekarang ini banyak sekali parkiran yang mengurangi
lebar jalanan. Sebagai contohnya, parkiran di Galeria Mall. Di sebelah timur
Galeria Mall terdapat parkiran yag selalu dipenuhi dengan kendaraan bermotor.
Pada hal Galeria Mall itu letaknya tepat di perempatan jalan yang selalu ramai
dengan pengguna jalan. Di perempatan itu juga ada traffic light, ada pos
polisinya juga. Biasanya, kalau terdapat traffic light pengguna jalan cenderung
tertib. Tapi berbeda dengan keadaan jalanan di timur Galeria Mall. Macet bin
ruwet bikin kepala mumet. Itulah mungkin yang bisa digambarkan. Bagaimana tidak,
seperti yang telah dikatakan tadi, pengguna jlan itu kalau sudah melihat lampu
hijau, matanya pasti juga ikutan hijau. Persis seperti tuan kreb kalau lagi
melihat uang. Dari jauh pengguna jalan sudah semangat karena melihat lampu
hijau. Tiapi, tiba-tiba mereka harus hati-hati dan bahkan menghentikan
kendaraanya karena ulah tukang parker Galeria Mall.
Jalanan di timur Galeria Mall selalu saja macet dan membehayakan pengguna jalan.
Mereka yang parker di timur Galeria Mall, dengan seenaknya menyebrang. Selain
itu, tukang parkirnya itu loh, kalau meneluarkan motor dari parkiran dengan
seenak hati. Seolah-olah tidak ada kendaraan lain yang lewat. Sontak, pengendara
lain jadi mengalah demi keselamatannya. Lagi-lagi tukang parker, tangannya
selalu saja mengeplang mencari pelanggan. Memangnya bus kota, kiri, kiri sambil
melambaikan tangannya. Ini itu jalan umum bang, lihat-lihat dong kalau mau cari
pelanggan. Mereka memang tidak memikirkan keselamatan para pengguna jalan yang
lain. Memang, mereka mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, tapi tidak
harus dengan membahayan orang lain juga kan.
Galleria Mall memang menyediakan parker di basemen, tapi kebanyakan dari
pengunjung lebih memilih parker di pinggir jalan. Biaya parkirnya memang lebih
murah apabila parker di pinggir jalan. Aksesnya juga mudah. Mungkin ini yang
menyebabkan pengunjung lebih memilih parker di pinggir jalan. Pernah mendengar
sih, kalau parkiran di Galeria Mall yang dipinggir jalan itu mau direlokasi.
Tapi sampai sekarang nyatanya belum direlokasi. Mungkin itu hanya sebuah wacana
saja bagi masyarakat. Atau mungkin ada kepentingan lain di balik parkiran di
pinggir jalan yang membuat jalanan semakin macet dan ruwet. Siapa yang tahu?
Mungkin mereka-merka yang lebih tahu, mengetahui tentang parkiran di pinggir
jalan itu.















You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar