Senin, 04 Februari 2013

[Intip Me] Zamzam (Renungan)

Intip Me has posted a new item, 'Zamzam (Renungan)'



Di antara oleh-oleh yang dibawa kaum Muslimin ke Tanah Air selepas menunaikan
ibadah haji atau umrah adalah air zamzam.
Air zamzam yang sumbernya terletak di Kota Makkah memiliki keistimewaan
dibandingkan dengan air lainnya yang ada di bumi.
Diriwayatkan
dalam Shahih Bukhari bahwa sebelum Nabi SAW dimikrajkan, dada beliau
dibelah oleh Jibril AS dan hatinya dicuci dengan menggunakan air zamzam.

Dalam riwayat Ibnu Majah, Nabi SAW bersabda, "(Manfaat) air
zamzam sesuai dengan niat yang meminumnya." Maka itu, tidak heran jika
air zamzam menjadi oleh-oleh utama yang dibawa Muslimin sekembalinya
menunaikan ibadah haji atau umrah.
Secara historis, air zamzam
ini menyimpan kisah yang luhur akan kasih sayang Allah SWT pada
hamba-Nya yang beriman dan meyakini akan kekuasaan Rabbul Alamin.
Diriwayatkan dalam Tafsir at-Thabari ketika Siti Hajar dan putranya
Ismail AS ditinggal oleh Ibrahim AS di sebuah gurun tandus, tak
berpenghuni, panas, dan tidak ada sumber air.
Siti Hajar bertanya pada Ibrahim AS, "Wahai Ibrahim, kepada siapa engkau
menitipkan kami?
Ibrahim menjawab, "Kepada Allah."
Mendengar
jawaban Ibrahim AS, dengan penuh ketenangan Siti Hajar berkata, "Jika
demikian, maka pergilah, sungguh Allah SWT tidak akan mengecewakan
kami."
Selepas Ibrahim pergi, Ismail kecil menangis karena
kehausan. Dengan penuh tanggung jawab, Siti Hajar berusaha keras mencari
air di tengah gurun tandus. Ia mulai berjalan dari Shafa menuju Marwa.
Sesampai di Marwa tidak didapatinya air setetes pun, kemudian ia kembali
lagi ke Shafa, air yang dicari pun tak kunjung ditemukan.
Dengan
keinginan kuat dan usaha yang keras, Siti Hajar bolak-balik antara
Shafa dan Marwa hingga tujuh kali untuk mencari air bagi putranya yang
sedang kehausan. Usaha keras telah dilakukan, air yang dicari tak
kunjung didapat. Ismail kecil terus menangis.
Tak lama kemudian,
tepat di bawah telapak kaki Ismail AS muncul air dari perut Bumi.
Melihat air deras itu, wajah Siti Hajar sangat gembira. Sambil
mengumpulkan air tersebut agar tidak mengalir ke segala arah, Siti Hajar
berusaha menyendoknya dan meminumkannya ke Ismail.
Kini air
tersebut dikenal dengan air zamzam dan menjadi oleh-oleh terpenting bagi
jamaah haji dari penjuru dunia ketika pulang ke tanah air
masing-masing.
Sungguh, tidaklah kisah ini sampai kepada kita,
melainkan Allah SWT ingin mengajarkan kepada hamba-Nya bahwa hasil yang
dicita-citakan tidaklah mesti didapat dari usaha yang dilakukan karena
Allah Maha Memberikan rezeki dari arah yang tidak dikira hamba-Nya, dan
seluruh rezeki di alam tidak akan sampai pada makhluk, melainkan atas
izin Allah SWT.
Silakan bertebaran di bumi ini untuk menjemput
rezeki Allah, sebagai pedagang, pegawai, penjual jasa, dan profesi
lainnya. Namun, yakinilah bahwa rezeki Allah tidak selamanya didapat
dari usaha yang dilakukan.
Meski demikian, mencari rezeki adalah
keharusan bagi siapa pun seperti Siti Hajar yang bolak-balik antara
Shafa dan Marwa untuk mendapatkan air. Hanya saja janganlah meyakini,
bahwa hasilnya kelak semata-mata dari usaha dan jerih payah yang
dilakukan karena Allah SWT Maha Mengetahui jalan terbaik untuk
mengantarkan karunia kepada hamba-Nya.
Kini, sambil menikmati
kesegaran air zamzam, akan menambah nilai luhurnya jika sambil mengingat
pesan yang terkandung dari kisah kemunculan air tersebut.
Pertama,
Allah SWT tidak akan mengecewakan hamba yang beriman dengan penuh
keyakinan penuh dan taat menjalankan syariat-Nya, seperti Allah SWT
tidak mengecewakan Siti Hajar ketika ditempatkan di wilayah tak
berpenghuni dan tandus.
Kedua, Allah telah menjamin rezeki setiap
makhluk-Nya. Ketiga, berikhtiar mendapatkan rezeki Allah adalah suatu
keharusan, namun kapan dan di mana Allah SWT memberikan karunia-Nya,
hanya Dia Yang Maha Mengetahui. Wallahu a'lam.

(",)vSumber : republika.co.idOleh : Aang Saeful Milah


Balas



You may view the latest post at
http://intip.me/zamzam-renungan/


Best regards,
Intip Me
http://intip.me

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar