Jumat, 01 Februari 2013

[Lowongan CPNS] Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya

Lowongan CPNS has posted a new item, 'Fathimah Radiyallahu 'anha Memahami Arti
Jilbab yang Sesungguhnya'

Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau
radiyallahuanha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang
hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil ala.1 Fathimah
az-Zahra radiyallahuanha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa
ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat
layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan
surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti
apa yang difahami Shahabiyah? Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga
Firdaus al-AlaShahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di
lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan
gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan
kepada Asma radiayallahuanha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Jafar
bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:Wahai
Asma! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang
mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya. Asma berkata : Wahai putri
Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri
Habasyah? Lalu Asma membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah,
kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar:
Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali
(dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka
mandikanlah aku wahai Asma bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan
jangan ada seorangpun yang menengokku! Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali
bersama Asma yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. 2Syaikh Albani
rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang
merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia
memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan
tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya
jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan
hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan
ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota
badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah
dan bertaubat kepada-Nya3Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,benarlah apa
yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum
muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu anha saja tidak rela
jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau
mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah
jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat
mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai
suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan
lekuk tubuhnya.Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum
muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka.
Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala
kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada
dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa
bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV
mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat
dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat
saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena
nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher
(sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya
sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat
yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah
jelas lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan)
memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar
nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan
menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat
dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang
mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul
keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka
jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :Pada akhir
ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya)
telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah
mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.4Di dalam
hadits lain terdapat tambahan :Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan
memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak)
sekian dan sekian.5Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr
rahimahullah ia berkata:Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah
kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati
(menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya.
Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.6Dari Ummu
Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :Saya pernah melihat Hafshah bin
Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung)
tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu Aisyah pun tak berkenan
melihatnya dan berkata : Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh
Allah Subhanahu wa taala dalam surat An Nuur?! Kemudian Aisyah mengambilkan
khimar untuk dipakaikan kepadanya.7Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah
radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah
dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan
pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum
melaksanakan firman Allah Subahnahu wa taala yang ditunjukkan oleh Aisyah
radiyallahu anha yaitu Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada
bagian dada mereka8Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara
generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai
penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita
justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita
yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang
lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan
kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan
untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi
dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi
menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga
kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang
diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana
firmanNya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam
Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah :208). Wallahualam
bish-shawwab.Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.Sumber
Rujukan :1. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Quran dan Sunnah, Syaikh
Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.2. Ringkasan Shahih Muslim, Imam
Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.3. Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu
alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.Catatan kaki:1.
Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :Wahai
Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?.[Lihat Mengenal
Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] []2. dikeluarkan oleh
Abu Nuaim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya
bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal
140-141 []3. Jilbab Wanita muslimah hal: 140 []4. dikeluarkan oleh at-Thabrani
dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih
lihat jilbab wanita muslimah hal :130 []5. HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah
hadits no.1388 []6. dikutip oleh As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik 3/103 lihat
Jilbab Wanita Muslimah hal:131 []7. Ibnu Saad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah
hal 131 []8. idem hal 131 []Artikel : jilbab.or.id

You may view the latest post at
http://lowongancpns.info/fathimah-radiyallahu-anha-memahami-arti-jilbab-yang-sesungguhnya/

You received this e-mail because you asked to be notified when new updates are
posted.
Best regards,
Lowongan CPNS
http://lowongancpns.info

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar